Skip to content


Dwi Intan Af’idah dan Mawapres Undip 2013

Semarang, siskom.undip.ac.id. Dwi Intan Af’idah, mahasiswi Program Studi Sistem Komputer angkatan 2010, berhasil menjadi 10 besar mahasiswa berprestasi (mawapres) tingkat Universitas Diponegoro tahun 2013. Dwi (20),  yang menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Brebes, mewakili mahasiswa S1 Fakultas Teknik (FT), bersama Septika Rosiana Dewi (Teknik Industri). Mereka menjadi wakil dari fakultas setelah menjadi 3 besar dalam seleksi mawapres tingkat fakultas yang diikuti oleh mahasiswa terbaik dari 12 program studi di FT. Dan di seleksi tingkat Undip, Dwi terpilih sebagai 10 besar mawapres Undip.

Mawapres merupakan program tahunan Dikti sebagai ajang untuk mengapresiasi atau mencari mahasiswa program sarjanda dan diploma yang yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, penelitian, pengabdian masyarakat tetapi juga di bidang organisasi. Dalam kata lain, mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang memilki keseimbangan antara hardskill dan sotskill. Tahun 2013 ini merupakan yang pertama kali prodi Sistem Komputer mempunyai wakil di ajang mawapres.

Kriteria penilaian mahasiswa berprestasi meliputi prestasi akademik (IPK, indeks prestasi komulatif), karya tulis dan presentasi, kemampuan bahasa Inggris dan daftar penghargaan atau prestasi. Sebelum tahun 2013, penilaian penghargaan dan prestasi dilengkapi dengan kegiatan intra dan ekstrakulikuler. Namun, di tahun 2013 terdapat perubahan dan penilaian hanya untuk penghargaan dan prestasi saja dan minimal tingkat provinsi. Prestasi yang dinilai adalah berupa juara 1,2, 3 sedangkan penghargaan bisa berupa finalis, peserta maupun pembicara.
Mawapres tingkat nasional diikuti oleh 1 orang mahasiswa terbaik dari tiap universitas. Mekanisme seleksi di masing-masing universitas berbeda. Di Undip, pemilihan mawapres dimulai dari seleksi tingkat fakultas, yang akan memilih 3 besar untuk diseleksi di tingkat universitas. Pada tahap 1, di tingkat universitas mawapres dari fakultas diseleksi menjadi 10 besar. Tapi melihat keterwakilan fakultas juga, jika ada fakultas yang finalisnya tidak ada yang lolos, maka secara otomatis juara 1 mawapres di fakultas tersebut akan lolos ke tahap 2 tahun ini, sehingga jumlah mawapres yang lolos menjadi 14. Kemudian di tahap 2, akan diseleksi lagi untuk menentukan juara 1,2 dan 3 untuk kategori program sarjana dan diploma. Juara 1 tiap kategori akan didelegasikan sebagai wakil dari undip ke tingkat nasional.

Dalam mengikuti mawapres ini, beberapa persiapan dilakukan oleh Dwi. “Selama pemilihan mawapres ini saya berusaha menambah point penilaian berdasarkan aspek yang ada”, ujar Dwi yang mempunyai IP 3.92 di semester terakhir. Dwi juga telah menghasilkan 7 karya tulis ilmiah, yang salah satunya telah dipresentasikan di International Conference on Manufacturing, Optimization, Industrial, & Material Engineering (MOIME 2013) .

Di ajang kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang, Dwi mengasah kemampuannya untuk membuat proposal penelitian mahasiswa. Bahkan, dari 6 proposal yang dibuatnya, 5 proposal dinyatakan lolos dan dibiayai oleh Dikti tahun 2013. “Saya berusaha mengikuti kompetisi PKM sebaik-baiknya dan Alhamdulillah 5 dari 6 proposal yang saya kirim lolos.”

“Apa harapan mbak Dwi dari kegiatan mawapres ini, bagi mbak Dwi sendiri, mahasiswa-mahasiswa lain dan masyarakat luas?”. Dwi menuturkan bahwa banyak hal yang ddapat dari megikuti kompetisi mawapres ini terutama tumbuhnya semangat yang luarbiasa untuk terus berprestasi. Namun yang perlu disadari adalah bahwa prestasi saja belum cukup tanpa kita berbagi (yaitu, mengimplementasikan pengetahuan yang kita miliki). “Harapan saya dengan mengikuti lomba ini saya bisa mengukur seberapa besar kemanfaatan saya selama melalui prestasi yang telah saya capai. Sehingga mawapres hanya gerbang pembuka yang menyadarkan saya untuk terus berprestasi dan berbagi. Untuk teman-teman mahasiswa, teruslah asah hardskill dan softskill diri kalian. Karena keduanya adalah hal yang seharusnya bisa berkembang secara bersamaan. Dan untuk mengembangkan keduanya tentu butuh usaha keras dan tidak dalam waktu yang singkat. Percayalah, hasil berbading lurus dengan usaha.” tuturnya dalam wawancara online dengan penulis.

Semoga sukses yah..

Posted in Akademik.